Author Archives: manfaatvigpowercapsuleasli

Bahaya Tekanan Darah Tinggi Selama Kehamilan

Bahaya Tekanan Darah Tinggi Selama Kehamilan – Hypertensi merupakan salah satu penyakit yang umum terjadi selama kehamilan, persentase kasus tekanan darah tinggi pada ibu hamil bahkan mencapai 20 persen artinya 1 dari setiap 5 kehamilan. 

Kondisi ini dapat menyebabkan masalah bagi ibu serta janin saat masih di dalam rahim, sebagian kasus hypertensi pada kehamilan bahkan berpotensi sangat serius serta mengancam jiwa. Gejala dan Tanda tekanan darah tinggi – Pada pemeriksaan tensi darah Hypertensi ditandai dengan tekanan Sistolik diatas 140, atau tekanan diastolik (angka yang lebih kecil) diatas 90 MmHg

Bahaya Tekanan Darah Tinggi Selama Kehamilan

Bahaya Hypertensi pada kehamilan

  1. Placental abruption (ketika plasenta terpisah dari rahim sebelum waktunya)
  2. Sindrom HELLP (kondisi dengan hati yang abnormal dan fungsi trombosit)
  3. Edema paru (kelebihan cairan di paru-paru)
  4. Eklampsia (kejang selama kehamilan)
  5. Gagal ginjal atau hati, stroke, dan bahkan kematian

Masalah bagi janin dan bayi setelah dilahirkan meliputi:

  • Kelahiran prematur (baik secara spontan atau untuk melindungi ibu atau bayi)
  • Pembatasan pertumbuhan (janin tidak mendapatkan berat badan tepat)
  • Berat badan lahir rendah
  • Cairan ketuban rendah (cairan di sekitar bayi dalam rahim)
  • Cedera otak dan dalam kasus yang jarang terjadi, kematian

kondisi ini mungkin terdengar menakutkan, karena itu sangat dianjurkan untuk selalu konsultasi dengan dokter terutama buat para ibu yang memiliki status tekanan darah tinggi, hal ini bertujuan untuk mencegah, mendiagnosa, mengelola, dan mengobati masalah potensial yang mungkin terjadi

Empat jenis tekanan darah tinggi pada kehamilan

Macam-macam jenis hypertensi pada ibu hamil dibagi 4 jenis berdasarkan pada tingkat keseriusan penyakit yang diderita, yaitu ::

  1. Hipertensi kronis
    Tekanan darah tinggi yang yang telah ada dan didiagnosis sebelum kehamilan dimulai, atau dimulai sebelum dari minggu ke-20 (sekitar 5 bulan) dari kehamilan
  2. Hipertensi gestasional
    Tekanan darah tinggi yang dimulai setelah minggu ke-20 kehamilan, hilang dalam 12 minggu pertama setelah melahirkan, dan TIDAK mengalami peningkatan protein dalam urin.
  3. Preeklamsia (Pree)
    Tekanan darah tinggi yang dimulai setelah minggu ke-20, menyelesaikan dengan 12 minggu setelah melahirkan, dan disertai dengan protein abnormal dalam urin.

Protein abnormal urin sering dinilai dengan pengujian dengan dipstick yang ditempatkan dalam sampel urin, meskipun evaluasi yang lebih lengkap dengan mengukur semua protein yang berlalu dalam koleksi 24 jam (lebih dari 300 mg dalam 24 jam = tidak normal) .

Preeklamsia secara tradisional dianggap sebagai kondisi yang paling sering mendahului eklampsia (kejang karena tekanan darah tinggi pada kehamilan). Preeklamsia dibagi lagi menjadi dua jenis : 

A. Preeklamsia ringan 

ketika tekanan darah tetap di bawah 160 sistolik (angka yang lebih besar), atau 110 diastolik (angka yang lebih kecil), dan tidak ada gejala penyakit yang parah.

B. Preeklamsia berat

ketika tekanan darah sistolik melebihi 160 atau 110 diastolik, dan atau disertai dengan gejala kehadiran penyakit tertentu seperti :

  • Sakit kepala yang terus menerus,
  • Perubahan visual persisten,
  • Kesulitan bernapas akibat kelebihan cairan di paru-paru,
  • Sakit perut parah bagian atas,
  • Disfungsi hati,
  • Trombosit rendah secara signifikan (bagian dari darah yang membantu gumpalan darah),
  • Penurunan output urin, lebih dari 5000 miligram protein dalam sampel 24 jam,
    atau janin yang sangat kecil atau terlalu sedikit cairan ketuban di sekitarnya.

5 Ciri-ciri Tekanana Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

5 Ciri-ciri Tekanana Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya – Darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah pada arteri meningkat, tekanan darah tinggi biasa disebut hipertensi atau hipertensi arteri. Tekanan darah tinggi juga terjadi saat tekanan secara terus menerus berkisar 140/90 mmHg atau bisa lebih tinggi lagi dan mampu terus bertambah seiring berjalnnya waktu. Darah tinggi tergolong penyakit atau kondisi medis kronis yang cukup berbahaya, karena dengan terjadinya darah tinggi maka ada banyak dampak dan juga efek yang menyertainya setelah terkena darah tinggi. Tak tanggung-tangung, darah tinggi juga bisa berakibat fatal – mengakibatkan kematian, karena dapat menimbulkan penyakit lain yang lebih berbahaya.

5 Ciri-ciri Tekanana Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Darah Tinggi Menyebabkan Stroke

Ada beberapa bahaya akibat tekanan darah tinggi yang harus kita ketahui demi meningkatkan kewaspadaan kita. Salah satu akibat yang ditimbulkan adalah tekanan darah tinggi dapat menyebabkan atau memicu penyakit stroke. Namun tidak hanya stroke, ada beberapa penyakit lain yang dipicu oleh takanan darah tinggi atau hipertensi, yaitu serangan jantung, kolesterol tinggi, serta gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal.

Ciri-Ciri Darah Tinggi

Ciri-ciri dari darah tinggi cukup penting di ketahui, hal untuk mengetahui saat kita atau orang-orang terdekat terkena tekanan darah tinggi. Tentunya demi mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan meminimalisir dampak buruk yang yang dapat ditimbulkan. Apa saja ciri-cirinya?. Berikut ini adalah penjelasannya

Mual dan Muntah

Mual dan muntah telah menjadi gejala umum bagi penyakit-penyakit lain. Namun yang perlu kita ketahui bahwa mual dan muntah yang terjadi bisa dikarenakan tekanan darah tinggi, biasanya disertai juga dengan pandangan yang berkunang-kunang dan napas yang dangkal dan cepat.

Sakit Kepala atau Pusing

Sakit kepala atau pusing adalah ciri-ciri yang paling umum yang sering dialami oleh penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, terlebih lagi jika penderita memiliki tekanan yang terlampau tinggi. Namun sakit kepala sering kali tidak disadari sebagai ciri-ciri darah tinggi

Mati Rasa dan Kesemutan

Semakin meningkatnya taraf hipertensi pada pasien, maka akan mengakibatkan mati rasa dan kesemutan. Jika hal ini terjadi maka tingkatkanlah kewaspadaan dan segerlah lakukan tindakan medis, karen ini merupakan gejala awal stroke yang disebabkan oleh hipertens

Terdapat Titik Darah Pada Mata

Jika kita melihat adanya titik darah pada bagian mata maka hendaklah periksakan tekanan darah. Hal ini adalah salah satu ciri-ciri dari hipertensi atau tekanan darah tinggi

Penyebab Tekanan Darah Tinggi

Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya tekanan darah tinggi. Seperti karena pola makan yang tidak sehat dan pola hidup yang tidak sehat. Berikut ini akan disebutkan faktor-faktor penyebab yang dapat memicu terjadinya tekanan darah tinggi diantaranya :

  • Garam
  • Gula
  • Lemak Jenus
  • kafein
  • Alkohol
  • Usia
  • Keturunan
  • Stress berat

Tips Mengatasi Darah Tinggi

Lebih baik mencegah dari pada mengobati, pepatah klasik ini memang sangat berguna sekali bagi ini yang ingin terhindar dari tekanan darah tinggi. dan berikut ini ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menghindari hipertensi atau tekanan darah tinggi, yaitu:

  1. Perbaiki dan mulailah pola hidup sehat sejak dini, olah raga secara teratur.
  2. Senantiasa menjaga pola makan, hindari menggunakan garam secara berlebih, pemanis (terutama pemanis buatan), lemak jenuh, dan lain-lain.
  3. Berhentilah merokok dan minum alkohol.
  4. Menjaga berat badan agar tetap ideal, karena hipertensi lebih sering terjadi pada seseorang yang obesitas.
  5. Jagalah kondisi pikiran agar tetap tenang dan hindari kondisi stres.
  6. Hindari mengkonsumsi secara berlebih segala jenis minuman dan makanan yang mengandung kafein.

 

Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi

Makanan penurun tekanan darah tinggi – Darah tinggi adalah kondisi kesehatan yang bisa juga diwariskan secara genetika. Namun, Gaya hidup juga merupakan faktor terbesar pemicu penyakit ini. Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyakit naiknya tekanan darah pada pembuluh darah dalam periode waktu yang cukup lama. Kenaikan tekanan darah dapat disebabkan oleh penyempitan pembuluh sehingga menimbulkan timbunan lemak dan zat – zat lain.

makanan penurun tekanan darah tinggiUntuk mengetahui apakah seseorang terkena hipertensi atau tidak, dapat diketahui melewati kontrol tekanan darah. Ada dua type pengukuran tekanan darah waktu jantung berkontradiksi, namun diastol yaitu tekanan darah waktu jantung beristirahat atau relaksasi. biasanya, tekanan darah normal manusia yaitu berkisar di antara 90 – 120 untuk sistolik serta 60 – 80 untuk diastolik. bila tekanan darah melebihi angka tersebut, dapat dipastikan terkena hipertensi. kontrol tekanan darah biasanya dikerjakan dokter memakai alat yang dinamakan shpigmomanometer atau yang dikenal dengan tensimeter.

Baca juga: cara menurunkan tekanan darah tinggi

Hipertensi dapat mengakibatkan penyakit jantung koroner ( pkj ) serta gagal ginjal. adapun tentang factor penyebab hipertensi diantaranya keturunan, usia, pikiran kerap stress, terlampau banyak mengonsumsi garam, jarang berolahraga, dan kegemukan ( obesitas ).Tekanan darah tinggi atau Hipertensi merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain jika tidak segera diatasi. Hipertensi merupakan faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis seperti serangan jantung, stroke, ateroklerosis,dll.

Makanan Penurun Tekanan Darah Tinggi

Berikut ini adalah 11 makanan penurun darah tinggi yang dapat Anda masukan kedalam menu makanan Anda.

  1. Sayuran hijau, seperti bayam dan ketumbar yang merupakan sumber kalium sehingga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu bayam termasuk sayuran rendah kalori, tinggi serat, dan mengandung nutrisi sehat seperti potasium, folat, dan magnesium sebagai bahan utama untuk menurunkan dan menjaga tingkat tekanan darah. Selain bayam dan ketumbar, daun seledri juga dapat menjadi alternatif yang baik dalam menurunkan tekanan darah tinggi.
  2. Susu skim adalah susu bebas lemak yang kaya akan kalsium serta vitamin D. Kalsium dan vitamin D juga memiliki peranan dalam menjaga tekanan darah agar selalu dalam ambang normal.
  3. Tomat harus dimasukan ke dalam menu makanan penurun darah tinggi Anda karena kaya akan kalsium, magnesium, vitamin C, vitamin D, vitamin E.
    Bawang putih biasanya digunakan sebagai bumbu atau pelengkap agar masakan menjadi gurih dan harum. Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa satu siung bawang putih dapat memberikan keajaiban yakni untuk mencegah pembekuan darah dan penebalan pembuluh darah, serta dapat menghilangkan penyumbatan pada jantung. Jadi jangan ragu-ragu tambahkan bawang putih dalam setiap masakan Anda.
  4. Gandum, Anda dapat mengganti nasi dengan gandum untuk sarapan di pagi hari. Gandum merupakan sahabat bagi para penderita darah tinggi. Jika dikonsumsi secara rutin, gandum merupakan makanan penurun darah tinggi yang sangat efektif.
  5. Biji bunga matahari merupakan sumber besar magnesium. Ini merupakan cemilan super untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda.
  6. Minyak Zaitun, mengandung senyawa antioksidan yang sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah Anda. Saat ini telah ditemukan senyawa zaitun hydroxytyrosol yang berasal dari air perasan buah zaitun saat diolah menjadi minyak zaitun. Zaitun hydroxytyrosol ini ternyata merupakan senyawa superantioksidan paling baik untuk menjaga kesehatan jantung.
  7. Kentang putih kaya akan magnesium dan potasium, dua nutrisi penting untuk kesehatan jantung. Ketika kalium rendah, tubuh mempertahankan natrium tambahan (dan terlalu banyak sodium meningkatkan tekanan darah). Di sisi lain, ketika Anda makan diet kaya kalium, tubuh menjadi lebih efisien dalam menyingkirkan kelebihan natrium. Seperti kalium, magnesium juga merupakan kunci dalam mempromosikan aliran darah yang sehat. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan yang sehat dari kedua mineral dapat membantu menjaga tekanan darah tinggi terus berada di ambang normal.
  8. Pisang, buah fungsional ini merupakan sumber kalium, jadi juga termasuk pilihan yang tepat untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang bisa Anda masukan dalam daftar cemilan sehat sehari-hari.
  9. Kedelai adalah sumber lain yang sangat baik dari kalium dan magnesium. Anda dapat memilih untuk mengkonsumsi produk susu olahan dari kedelai atau mengkonsumsi kedelai yang dimasak. Karena keduanya sangat baik untuk menurunkan darah tinggi.
  10. Buah-buahan segar seperti alpukat, tomat, zaitun dan mengkudu, menjadi menu terakhir dalam daftar makanan penurun darah tinggi kali ini. Buah-buahan segar mengandung banyak sekali nutrisi, baik vitamin dan mineral untuk melawan tekanan darah tinggi.

Selain dengan menu makanan penurun darah tinggi di atas, Anda juga harus memperhatikan kebutuhan cairan tubuh, yakni dengan minum air putih yang cukup minimal 8 gelas sehari. Semoga dengan menerapkan diet sehat di atas, Anda dapat terbebas dari penyakit darah tinggi dan penyakit komplikasi lainnya.

Penyebab Darah Tinggi Dan Cara Mengatasinya

Penyebab Darah TinggiPenyebab darah tinggi dan cara mengatasinya – Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Penyakit ini jika dibiarkan akan merambat ke gangguan kesehatan anda seperti di bagian Otak : akan menyebabkan stroke, Mata: menyebabkan retinopati hipertensi dan dapat menimbulkan kebutaan, Jantung: menyebabkan penyakit jantung koroner (termasuk infark kantung), gagal jantung, dan Ginjal: menyebabkan penyakit ginjal kronik, gagal ginjal terminal.

Penyebab Darah Tinggi Dan Cara Mengatasinya

Berikut adalah 10 faktor yang bisa meningkatkan resiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi.

  1. Faktor keturunan
    Bukan hanya warna kulit, ciri fisik atau sifat yang bisa diwarisi dari orang tua kita. Ternyata, penyakit pun bisa. Jika salah satu, atau kedua orang tua Anda mengalami tekanan darah tinggi, kemungkinan Anda pun beresiko tinggi mengalaminya.
  2. Usia
    Seiring bertambahnya usia, kita semua semakin beresiko menderita tekanan darah tinggi. Mengapa? Karena semakin kita bertambah tua, elastisitas pembuluh darah kita juga berkurang sehingga cenderung mengalami penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.
  3. Gender
    Hingga usia 45, pria lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi. Pada usia 45 hingga 64, baik pria maupun wanita memiliki tingkat resiko yang sama. Tetapi, justru pada usia di atas itu, wanita lebih beresiko.
    Kurang gerak (Sedentary lifestyle)
    Biasanya, orang yang tinggal di kota besar cenderung memiliki gaya hidup kurang gerak. Bekerja di kantor, dan terus menerus duduk, ditambah lagi kurangnya olahraga, akan cenderung meningkatkan resiko penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah. Akibatnya adalah meningkatnya resiko darah tinggi.
  4. Pola makan
    Kalau Anda suka makan makanan tinggi kalori, lemak, dan gula, mungkin sudah saatnya Anda menguranginya untuk mengurangi resiko terkena penyakit darah tinggi. Dan, ini juga adalah fakta umum yang diketahui hampir semua orang: kurangi makanan bergaram karena itu dapat menahan banyak cairan dalam tubuh sehingga meningkatkan tekanannya.
  5. Berat badan berlebih
    BMI (Indeks Massa Tubuh) bisa menjadi salah satu ukuran resiko. Jika BMI Anda 25 hingga 30, atau bahkan lebih, Anda terhitung kelebihan berat badan, dan lebih beresiko mengalami tekanan darah tinggi.
    Kebiasaan minum minuman beralkohol
    Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah kolesterol yang jahat yang berpotensi menyebabkan tekanan darah meningkat.
  6. Stres
    Stres dapat meningkatkan tekanah darah sewaktu. Hormon adrenalin akan meningkat sewaktu kita stres, dan itu bisa mengakibatkan jantung memompa darah lebih cepat sehingga tekanan darah pun meningkat. Selain itu, pada saat stres biasanya pilihan makanan kita kurang baik. Kita akan cenderung melahap apa pun untuk merilekskan diri, dan itu bisa berdampak secara tidak langsung pada tekanan darah kita.
    Kondisi penyakit yang lain
    Menurut para ahli, gangguan kondisi kesehatan seperti Apnea tidur (Sleep Apnea) dapat menimbulkan tekanan darah tinggi. Orang yang mengalami gangguan ini sangat dianjurkan berkonsultasi dengan dokternya.

Banyak ahli kesehatan menganjurkan para penderita tekanan darah tinggi untuk mulai menyesuaikan gaya hidup mereka dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

Baca Juga : Cara menurunkan tekanan darah tinggi

Gejala Darah Tinggi

Gejala darah tinggi tidak tergantung pada emosi seseorang. Misalnya mudah marah atau sering marah yang diindentikkan dengan darah tinggi. Hal tersebut kaitannya hanya karena sifat seseorang. Diantara gejalanya adalah sebagai berikut.

  • Terasa sakit di kepala
  • Terasa pegal pada tengkuk kepala
  • Pusing yang berputar tujuh keliling seperti ingin jatuh
  • Jantung berdebar cepat
  • Telinga yang berdenging

Risiko Mengidap Hipertensi

Penyebab hipertensi belum bisa dipastikan pada lebih dari 90 persen kasus. Seiring bertambahnya usia, kemungkinan Anda untuk menderita hipertensi juga akan meningkat. Berikut ini adalah faktor-faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi peningkatan risiko hipertensi.

  1. Berusia di atas 65 tahun.
  2. Mengonsumsi banyak garam.
  3. Kelebihan berat badan.
  4. Memiliki keluarga dengan hipertensi.
  5. Kurang makan buah dan sayuran.
  6. Jarang berolahraga.
  7. Minum terlalu banyak kopi (atau minuman lain yang mengandung kafein).
  8. Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

Risiko mengidap hipertensi dapat dikurangi dengan mengubah hal-hal di atas dan menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Pemeriksaan tekanan darah secara rutin juga bisa membantu diagnosis pada tahap awal. Diagnosis hipertensi sedini mungkin akan meningkatkan kemungkinan untuk menurunkan tekanan darah ke taraf normal. Hal ini bisa dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat tanpa perlu mengonsumsi obat.

Mengukur Tekanan Darah

Kekuatan darah dalam menekan dinding arteri ketika dipompa oleh jantung ke seluruh tubuh menentukan ukuran tekanan darah. Tekanan yang terlalu tinggi akan membebani arteri dan jantung Anda, sehingga pengidap hipertensi berpotensi mengalami serangan jantung, stroke, atau penyakit ginjal.

Pengukuran tekanan darah dalam takaran merkuri per milimeter (mmHG) dan dicatat dalam dua bilangan, yaitu tekanan sistolik dan diastolik. Tekanan sistolik adalah tekanan darah saat jantung berdetak memompa darah keluar. Sedangkan tekanan diastolik merupakan tekanan darah saat jantung tidak berkontraksi (fase relaksasi) . Saat ini darah yang baru saja dipompa keluar jantung (tekanan sistolik), berada di pembuluh arteri dan tekanan diastolik juga menunjukkan kekuatan dinding arteri menahan laju aliran darah.

Tekanan darah Anda 130 per 90 atau 130/90 mmHG, berarti Anda memiliki tekanan sistolik 130 mmHg dan tekanan diastolik 90 mmHg. Angka normal tekanan darah adalah yang berada di bawah 120/80 mmHG.

Anda akan dianggap mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi jika hasil dari beberapa kali pemeriksaan, tekanan darah Anda tetap mencapai 140/90 mmHg atau lebih tinggi.
Pencegahan dan Pengobatan Hipertensi

Jika tekanan darah Anda tinggi, pantaulah dengan ketat sampai angka tersebut turun dan bisa dikendalikan dengan baik. Dokter biasanya menyarankan perubahan pada gaya hidup yang termasuk dalam pengobatan untuk hipertensi sekaligus pencegahannya. Langkah tersebut bisa diterapkan melalui:

  • Mengonsumsi makanan sehat.
  • Mengurangi konsumsi garam dan kafein.
  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Menurunkan berat badan, jika diperlukan.
  • Mengurangi konsumsi minuman keras.

Mencegah hipertensi lebih mudah dan murah dibandingkan dengan pengobatan. Karena itu, pencegahan sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Jika didiamkan terlalu lama, hipertensi bisa memicu terjadinya komplikasi yang bahkan bisa mengancam jiwa pengidapnya.